Esensi Pengalaman Migras - 23 purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menceritakan pengalaman di luar negeri yang membentuk keterampilan berwirausaha

Made Mastianta Nadera • Rofi Uddarojat
Discussion paper Center for Indonesian Policy Studies • Januari 2017 Indonesia • Malaysia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 12 pages)

Abstrak

Dalam masyarakat tradisional Indonesia, terutama di pedesaan, pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan ditentukan sangat jelas. Peran yang diharapkan dari suami adalah penyedia keluarga dan bertugas mencari nafkah. Peran ini sedikit banyak telah berubah dengan adanya fenomena Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang mencari pekerjaan di luar negeri dan mendapatkan penghasilan utama di sana. Di antara banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, data mencatat bahwa 62% dari total TKI adalah kaum perempuan. Bekerja di 152 negara, dari Arab Saudi hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, sebagian besar dari mereka bekerja dengan keterampilan yang rendah seperti menjadi penjaga orang lanjut usia (lansia) dan pembantu rumah tangga (PRT). Feminisasi TKI ini terjadi karena beberapa alasan, salah satunya diakibatkan oleh lahan pertanian di pedesaan biasanya didominasi oleh laki-laki sehingga kaum perempuan sulit untuk mendapatkan pekerjaan untuk jangka panjang. Dari total 31,7 juta orang yang bekerja di sektor pertanian, laki-laki mendominasi 76,84%, sedangkan perempuan hanya sebanyak 23,16%.

TKI menyumbang remitansi yang membantu menunjang pertumbuhan ekonomi pedesaan di Indonesia. Studi yang dilakukan oleh CIPS menemukan bahwa jumlah remitansi di antara tahun 2000-2007 telah mengurangi angka kemiskinan sebesar 26,7% dan menurunkan ketimpangan kemiskinan sebesar 55,3%. Pemerintah mencatat, total remitansi sampai akhir tahun 2016 adalah Rp 99,8 triliun, setelah tahun lalu mencatatkan rekor tertinggi Rp 125,6 triliun.

Di balik kontribusi sigifikan tersebut, masih terdapat kekhawatiran atas keselamatan TKI ketika bekerja di luar negeri. Hal ini disebabkan oleh kasus kekerasan yang dilakukan oleh majikan di negara tujuan yang kemudian mendapatkan perhatian besar di media-media nasional. Walaupun begitu, catatan masalah TKI dari tahun 2011 dan 2013, hanya terdapat 0,5% total TKI yang menderita kekerasan dan perlakuan yang tidak layak dibandingkan total TKI yang ke luar negeri. Kasus-kasus tersebut harus diberikan perhatian yang besar agar TKI di luar negeri bisa terlindungi. Namun di sisi lain, kontribusi dan keuntungan yang dibawa TKI kepada keluarga dan masyarakat desanya sangatlah besar. Selain digunakan untuk membangun rumah dan membiayai kebutuhan keluarga, uang remitansi juga digunakan sebagai modal usaha kecil ketika mereka kembali ke Indonesia.

Esai ini memaparkan pengalaman dari 23 TKI yang setelah kembali ke kampung halamannya memulai usaha bisnisnya sendiri. Mereka datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang juga dikenal sebagai kantong-kantong TKI: Kendal (2 responden), Purwakarta (5 responden), Indramayu (5 responden), Wonosobo (4 responden), Semarang (2 responden), Majalengka (2 responden), Bandung Barat (2 responden), dan Purwokerto (1 responden). Sebagai gambaran, statistik yang tercatat di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menunjukkan bahwa di tahun 2016 kabupaten Indramayu mengirimkan 15.128 orang, Kendal mengirimkan 5.749 orang, dan Majalengka mengirimkan 2.962. Di tingkat provinsi, Jawa Barat total mengirimkan 46,698 orang dan Jawa Tengah mengirimkan 43,965 orang.

Sebagai gambaran, statistik yang tercatat di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menunjukkan bahwa di tahun 2016 kabupaten Indramayu mengirimkan 15.128 orang, Kendal mengirimkan 5.749 orang, dan Majalengka mengirimkan 2.962. Di tingkat provinsi, Jawa Barat total mengirimkan 46,698 orang dan Jawa Tengah mengirimkan 43,965 orang

Metrik

  • 92 kali dilihat
  • 46 kali diunduh

Penerbit

Center for Indonesian Policy Studies

The Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) is dedicated to providing policy analysis and pra... tampilkan semua