Pelarangan Merugikan Masyarakat yang Lemah: Dampak Kebijakan Pelarangan atas Konsumen Irasional

Jeffrey Miron
Bab buku Center for Indonesian Policy Studies • Oktober 2016

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 16 pages)

Abstrak

Pertanyaan refleksi untuk mengawali bagian ini adalah, apakah pernah terjadi suatu masa di mana kendali penuh oleh negara akan menghasilkan kondisi yang lebih baik daripada pengendalian diri yang dilakukan oleh individu? Pada tipe konsumen yang rasional (rational consumer), jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tidak pernah. Tipe ini mengasumsikan bahwa konsumen akan selalu mengetahui beragam pilihan bagi diri mereka sendiri, mempunyai semua informasi yang relevan tentang pilihan tersebut untuk kemudian dapat mengolah informasi tersebut secara tepat, dan pada akhirnya dapat membuat keputusan yang konsisten dari waktu ke waktu. Campur tangan pemerintah atas pilihan-pilihan individu – yang dinilai sebagai bentuk perubahan dari kontrol pribadi menjadi kontrol negara, hanya akan merugikan masyarakat, yang seharusnya bisa membuat keputusan terbaik bagi dirinya. Paradigma konsumen yang rasional memiliki sejarah yang panjang. Banyak ahli ekonomi masih memandang bahwa paradigma tersebut sangat berguna sebagai salah satu pendekatan yang menjelaskan kondisi positif dan normatif. Namun sebagian ahli ekonomi dan non-ekonomi yang lain mempercayai bahwa konsumen tidak sepenuhnya rasional. Penilaian ini dibangun berdasarkan observasi langsung pada perilaku individu dan penelitian eksperimental khususnya dalam bidang psikologi dan ekonomi yang dilakukan untuk mematahkan teori konsumen rasional.1 Apabila konsumen tidak sepenuhnya rasional, diskusi tentang kontrol oleh individu dan kontrol oleh negara mungkin akan tampak tidak menarik. Intervensi pemerintah tidak secara otomatis akan mempengaruhi keputusan konsumen irasional, karena konsumen irasional mungkin membuat keputusan yang tidak tepat atas kemauan mereka sendiri. Akan tetapi, saya berpendapat bahwa irasionalitas konsumen justru akan memperkuat argumen pengendalian diri oleh individu (self-control), bukan sebaliknya. Dalam hal ini argumen yang saya berikan adalah dalam konteks “Perang terhadap Narkoba”— upaya jangka panjang pemerintah Amerika Serikat (US) untuk melarang ganja, kokain, heroin dan zat memabukkan lainnya. Jika konsumen berperilaku rasional dalam penggunaan obat-obatan terlarang, maka pelarangan terhadap narkoba akan memperburuk konsumsi pengguna narkoba. Tetapi jika benar konsumen tidak selalu rasional, larangan terhadap narkoba mungkin dapat mencegah beberapa keputusan yang salah dalam penggunaan obat-obatan yang tidak aman, sehingga larangan terhadap narkoba dapat dipertimbangan sebagai langkah kebijakan yang tepat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, “Perang terhadap Narkoba” pada akhirnya masih tergolong kebijakan yang keliru—dan hal tersebut akan menjadi semakin buruk jika ada konsumen yang irasional. Kebijakan tersebut mungkin dapat mencegah beberapa penyalahgunaan narkoba, tapi dampak lebih luasnya akan merugikan konsumen tipe irasional dibandingkan dengan konsumen rasional. Pengendalian diri individu sebagai pendekatan terhadap masalah narkoba mungkin tidaklah sempurna, namun pengendalian oleh negara akan jauh lebih buruk.

Metrik

  • 157 kali dilihat
  • 74 kali diunduh

Penerbit

Center for Indonesian Policy Studies

The Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) is dedicated to providing policy analysis and pra... tampilkan semua