Bekerja Sama Melawan Pandemi: Meningkatkan Kapasitas Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
Setembro 1, 2021
Andree Surianta

Metrics

  • Eye Icon 652 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 652 views  //  0 downloads
Abstract

Indonesia memulai program vaksinasi COVID-19 nasionalnya pada bulan Januari 2021.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan tenggat waktu hingga bulan Maret 2022 atau
15 bulan untuk menyelesaikan program ini. Namun, Presiden menginginkan agar vaksinasi
tuntas pada akhir tahun 2021 dengan menyuntikkan satu juta dosis per hari. Pada kenyataannya,
kecepatan ini masih sulit dicapai bahkan setelah enam bulan. Kemenkes menyebutkan bahwa
tantangan utama program ini adalah terbatasnya pasokan global dan kurangnya infrastruktur
rantai dingin (cold chain) dalam negeri.

Embargo ekspor yang dilakukan oleh India memperlambat program vaksinasi Indonesia sehingga
dibutuhkan waktu enam bulan untuk mencapai volume yang seharusnya bisa diselesaikan dalam
dua bulan. Kecepatan vaksinasi juga sangat beragam di seluruh provinsi, dimana provinsi yang
tercepat telah memberikan dua dosis vaksin kepada 100% populasi targetnya, sedangkan sepuluh
provinsi terlambat bahkan belum mencapai 20%. Varian-varian virus baru dan memudarnya
kekebalan mengancam tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity) dan bahkan meningkatkan
risiko infeksi terobosan (breakthrough infection) pada tenaga kesehatan yang telah divaksin.

Makalah ini mengusulkan suatu perubahan paradigma dalam strategi. Alih-alih berfokus pada kecepatan,
program vaksinasi nasional seyogianya dipersiapkan untuk perlawanan panjang melawan
COVID-19 . Sektor swasta menjadi bagian yang sangat penting dari strategi ini untuk meringankan
beban terhadap sumber daya pemerintah yang tidak mungkin dikerahkan secara terus menerus.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 652 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 652 views  //  0 downloads