Sekolah Swasta Berbiaya Rendah (Sebuah Studi Kasus di Jakarta)

Muhammad Adi Rahman
Policy analysis Center for Indonesian Policy Studies • December 2016 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 24 pages)

Abstract

Hadirnya sekolah swasta dengan biaya rendah yang menyediakan akses terhadap pendidikan untuk keluarga berpenghasilan rendah di negara-negara berkembang telah menarik minat penelitian khusus untuk mengukur kehadiran sekolah tersebut di Indonesia. Biaya pendidikan yang terjangkau dan juga kualitas yang memuaskan tentu saja menjadi alternatif yang lebih baik bagi keluarga terpinggirkan untuk mendapatkan akses terhadap pendidikan formal karena inisiatif pemerintah untuk pendidikan kurang berhasil dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang terjangkau. Makalah ini memaparkan kajian awal mengenai sekolah swasta berbiaya rendah di Indonesia dan mencakup lokasi, biaya, dan kualitas beberapa sekolah tersebut. Melalui makalah ini, pemerintah dianjurkan untuk mendorong pembangunan lebih banyak sekolah swasta berbiaya rendah sehingga sekolah tersebut dapat memberikan dorongan kompetitif bagi sekolah negeri untuk turut meningkatkan kinerja dan efektivitas operasional mereka.

Di tahun 2015, proporsi sekolah swasta di Jakarta mencapai 57,08% dari total 5.659 sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah. Bertolak belakang dengan pendapat yang umum berkembang, sebetulnya tidak semua dari sekolah swasta tersebut merupakan sekolah eksklusif bagi keluarga kelas menengah atas. Beberapa sekolah tersebut bahkan memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan formal bagi keluarga miskin.

Sekolah swasta berbiaya rendah dianggap terjangkau oleh orang tua miskin karena biaya pendidikan yang murah, jarak dari rumah ke sekolah dan juga mudahnya persyaratan pendaftaran. Kebanyakan dari sekolah ini hanya memungut biaya pendidikan bulanan yang berkisar antara Rp30.000,00 hingga Rp130.000,00 per siswa. Selain itu, sekolah-sekolah ini terletak cukup dekat dengan rumah siswa sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk biaya transportasi dan tidak perlu khawatir akan keselamatan anak mereka saat pergi ke sekolah. Persyaratan pendaftaran seperti akta kelahiran dan nilai kelulusan minimum untuk sekolah menengah tidak sesulit atau ketat seperti di sekolah negeri dan kemudahan ini merupakan alasan lain mengapa sekolah swasta berbiaya rendah ini dianggap terjangkau oleh orang tua di Indonesia.

Sementara itu, rata-rata biaya operasional bulanan per anak di sekolah swasta berbiaya rendah sebesar 34% lebih rendah dari sekolah negeri dalam wilayah yang sama dan nyatanya sekolah swasta berbiaya rendah memberikan kualitas yang tidak kalah dengan sekolah negeri. Siswa yang belajar di sekolah-sekolah yang termasuk dalam cakupan kajian ini mendapatkan nilai Matematika yang lebih tinggi dalam ujian Nasional dan hanya memiliki kemampuan membaca yang sedikit lebih rendah dari siswa di sekolah negeri.

Metrics

  • 84 views
  • 77 downloads

Publisher

Center for Indonesian Policy Studies

The Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) is dedicated to providing policy analysis and pra... see more