Meningkatkan Kesiapan Kerja Lulusan SMK melalui Perbaikan Kurikulum Bahasa Inggris
December 13, 2022
Latasha Safira, Fatharani Nadhira

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads
Abstract

Dibandingkan lulusan tingkat pendidikan lainnya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang terbesar (11,45%) terhadap angka pengangguran di Indonesia pada bulan Februari 2021. Meski COVID-19 adalah salah satu faktor yang memperburuk, hal ini sebagian besar disebabkan oleh ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri. Para pencari kerja kesulitan mencari lulusan SMK yang memenuhi syarat kualifikasi, terutama dalam hal kompetensi bahasa Inggris.

Meski guru dan siswa SMK secara umum menganggap bahwa bahasa Inggris adalah keterampilan yang penting, banyak lulusan SMK masih belum mencapai tingkat kompetensi sebagaimana dituntut oleh industri mereka. Kondisi ini memang dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, tetapi penyebab utamanya adalah kurikulum yang sedang digunakan saat ini.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) perlu merevisi kompetensi-kompetensi dasar mata pelajaran
bahasa Inggris di tingkat SMK untuk memfasilitasi pendekatan ESP (English for Specific Purposes atau Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus) demi mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja dengan lebih baik. Kurikulum Merdeka yang baru untuk tingkat SMK seyogianya mencerminkan kompetensi-kompetensi dasar yang berbeda dengan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), dan juga dibedakan berdasarkan jurusannya. Kemdikbudristek harus menjalin lebih banyak kemitraan pemerintah-swasta dengan para pelaku industri guna mengumpulkan data dan mengembangkan ESP untuk setiap jurusan agar sesuai dengan permintaan industri.

Kemdikbudristek harus memprioritaskan perbaikan mutu para guru bahasa Inggris, khususnya di tingkat SMK. Adalah hal yang penting bagi Kemdikbudristek untuk mengenalkan pentingnya ESP kepada guru supaya mereka dapat memberikan materi yang relevan dengan industri siswa-siswinya. Kemdikbudristek dapat memfasilitasi berbagai program pembangunan kapasitas untuk guru SMK, yang dipandu oleh pemain industri, guna memastikan bahwa mereka mengikuti kebutuhan keterampilan industri yang terus berkembang.

Karena keterampilan berbahasa harus sering dilatih, kemitraan pemerintah-swasta dapat diperluas untuk memperbaiki infrastruktur,
seperti koneksi internet. Penyediaan perangkat teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung dan mendorong siswa mempelajari bahasa Inggris dari sumber yang beragam akan membantu mereka mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads