Primum Non-Nocere: Sebuah Pendekatan Kebijakan untuk Investasi Farmasi di Indonesia
Вересень 20, 2020  //  DOI: 10.35497/345823
Andree Surianta

Metrics

  • Eye Icon 38 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 38 views  //  0 downloads
Primum Non\u002DNocere: Sebuah Pendekatan Kebijakan untuk Investasi Farmasi di Indonesia Image
Abstract

Meski Covid-19 telah mengacaukan perdagangan dan investasi internasional, pandemi ini sejatinya merupakan sebuah krisis kesehatan global. Dengan meningkatnya perhatian terhadap Rantai Nilai Global (RNG), industri farmasi selalu muncul dalam diskusi-diskusi pemerintah yang saat ini sedang cemas. Banyak pihak ingin melokalisasi rantai pasok farmasi untuk memastikan adanya akses ke amunisi penting untuk melawan sebuah pandemi. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa farmasi adalah sebuah industri dengan dinamika yang unik: adanya dorongan besar untuk efisiensi biaya dan di sisi lain juga ada tanggung jawab kesehatan dan lingkungan yang sangat besar.

Seperti RNG lain, globalisasi manufaktur farmasi didorong oleh upaya untuk mencapai efektivitas biaya. Proses penelitian dan pengembangan yang panjang biasanya hanya menyisakan kurang dari 10 tahun masa perlindungan paten untuk mengembalikan sekitar USD 1,5 - USD 2,6 miliar yang dikeluarkan untuk menemukan sebuah obat (ABPI, 2012; Berger et al., 2016). Maka dari itu, dorongan untuk menurunkan biaya produksi pada industri ini sangat besar. Kondisi tersebut telah menyebabkan munculnya tren pemindahan operasional ke negara lain (offshoring) dan ke perusahaan lain (outsourcing) oleh perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) yang membuat kontrak dengan produsen (CDMOs) di Republik Rakyat Tiongkok dan India selama 20 tahun terakhir. AS dan UE tertarik pada kedua negara produsen tersebut karena skala ekonomi yang besar, ketersediaan tenaga kerja terampil yang murah, dan peraturan lingkungan yang relatif longgar (Horner, 2018; Mullin, 2018). Mengingat karakteristik yang spesifik ini, pemerintah mana pun yang mencoba untuk dengan segera meningkatkan kapasitas manufaktur farmasi perlu mempertimbangkan dengan hati-hati.

Full text
Show more arrow
 
More from this repository
Mengoptimalkan Penggunaan Tanah Kas Desa: Studi Kasus Lima Desa di Jawa Tengah
Mengoptimalkan Penggunaan Tanah Kas Desa: Studi Kasus Lima Desa di Jawa Tengah Image
Penanaman Modal Asing di Sektor Pertanian Indonesia
Penanaman Modal Asing di Sektor Pertanian Indonesia Image
Towards More Sustainable Agro-food Systems in Indonesia
Towards More Sustainable Agro\u002Dfood Systems in Indonesia Image
🧐  Browse all from this repository

Metrics

  • Eye Icon 38 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 38 views  //  0 downloads